Belajar dari Abu Bakar Ruben tentang pandangan "Islam = Teroris?"

Monday

Dan barangsiapa yang berjihad, maka sesungguhnya jihadnya itu adalah untuk dirinya sendiri. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam. (Q.S al-Ankabut: 6)


Dalam buku Peaceful Jihad for Teens, salah satu bab yang saya sampaikan adalah bagaimana akhirnya ajaran terorisme, yang memakai term jihad, telah mengakibatkan agama Islam semakin terpojok, tertuduh dan akhirnya berwajah garang. Menyerang para teroris sepertinya telah berubah arah menjadi penyerangan terhadap agama Islam itu sendiri. 'Jihad' itu kembali pada dirinya sendiri. Kekerasan yang mengatasnamakan Islam akhirnya kembali pada Islam itu sendiri. Sesuai dengan apa yang difirmankan Allah pada ayat yang saya tampilkan di atas.


Padahal, jika ditanya, tentunya kita tidak ingin Islam dikatakan seperti itu. Islam adalah agama yang mengajarkan nilai-nilai moral yang amat tinggi. Bahkan Rasulullah pernah mencontohkan dengan menjadi penjenguk pertama bagi seorang non-muslim yang sakit, yang setiap harinya selalu meludahi beliau yang ingin pergi ke mesjid. Begitu pula dengan seorang buta yang selalu disuapi oleh Rasulullah sambil ia--si buta itu-- menjelek-jelekkan Rasulullah dan ajaran Islam.


Ada sebuah kisah menarik dari kehidupan seorang muallaf yang dibesarkan di Melbourne bernama Abu Bakar Ruben. Saat kuliah, ia ditimpa banyak masalah. Salah seorang teman terdekatnya, meninggal karena narkoba. Orang tuanya bercerai dan ia kesulitan dalam finansial.


Masalah yang datang beruntun membuat ia berpikir mengenai apa sebenarnya tujuan hidup. Proses berpikir itu mengantarkannya untuk belajar agama. Agama yang pertama dipelajarinya adalah kristen. Kemudian berturut-turut pada Katholik, Hindu, Budha, Yahudi, Anglikan tapi tak ada yang bisa menarik hatinya. Hingga suatu saat, seorang temannya mengatakan, kenapa tidak mempelajari Islam?


Apa yang menjadi jawaban dari Abu Bakar Ruben, sangat, menghentakkan saya: Apa? Agama Islam? Buat apa saya mempelajari Agama Terorisme itu?


Singkat cerita, di suatu hari tiba-tiba Ruben pergi ke mesjid. Bertemu dengan seorang pria Timur Tengah berperawakan besar dengan cambang tebal yang mendekatinya. Ia bernama Abu Hamzah.


"Saya tidak tahu mengapa dan apa yang menggerakan saya, yang jelas saya mengenakan sepatu, berpakaian rapi dan pergi ke masjid. Saya tak punya petunjuk, bagaimana saya melakukan itu," tutur Ruben. Ketika pertama kali bertemu dengan Abu Hamzah, saya berpikir berkata dalam hati, "'Aduh saya bakal mati di sini, saya satu-satunya kulit putih yang terlihat". Namun, perlakuan Abu Hamzah yang menerimanya dengan baik membuat dia kemudian mengaku bahwa ""Tak pernah saya bayangkan bakal mendapat perlakuan seperti itu".


Dan barangsiapa yang berjihad, maka sesungguhnya jihadnya itu adalah untuk dirinya sendiri. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam. (Q.S al-Ankabut: 6)


Salam jihad, muda berkarya!


bogor, 28 maret 2011

0 komentar: