Jihad Seperti Apakah yang Dibutuhkan Saat Ini?

Friday

Malam ini, menjelang tidur, saya mendapatkan sebuah catatan menarik dari seorang peserta bedah buku Peaceful Jihad for Teens yang diadakan oleh Ikatan Qori'-Qori'ah Mahasiswa kampus IAIN Sunan Ampel Surabaya. Peserta tersebut adalah teman saya. Kuliah di Universitas Airlangga tak menghalanginya untuk hadir. Semangat untuk mencari ilmu seperti inilah yang, sebenarnya, saya impikan akan dilakukan oleh para Mujahid (termasuk mujahidah tentunya bagi wanita) Muda Berkarya. Bahasanya bukan selagi muda buat apa berkarya, tetapi kalau bisa di waktu muda untuk berkarya-kenapa tidak? Maka, simaklah deretan kata menarik dari teman saya berikut ini tentang apa yang didapatkannya ketika acara bedah buku Peaceful Jihad for Teens.

"Jihad yang dibutuhkan di negeri ini saat ini bukanlah jihad dengan cara kekerasan, namun jihad dengan akal yang salah satunya bisa dilakukan dengan bersungguh-sungguh mencari ilmu. Dengan ini, negara kita yang mayoritas penduduknya beragama islam akan bisa maju. Insyaalah, Amin." -- Ata Nurainun

*****

Buah Tangan dari Kampus Seberang :D

oleh: Ata Nurainun

Hidup adalah pilihan. Tak jarang kita dihadapkan oleh dua atau lebih piliihan yang menurut kita sama-sama penting untuk dilakukan. Mau tidak mau kita harus memilih. Hal itu tidak mudah dilakukan. Perlu pertimbangan-pertimbangan yang akurat dan presisi untuk akhirnya menjatuhkan pada satu pilihan yang tepat.

Hari ini, saya mengalami hal di atas. Yang harus saya pilih adalah antara mengkuti acara bedah buku yang berjudul Peaceful Jihad for Teens (yang kebetulan ditulis oleh teman kami, Radinal Mukhtar Harahap) dan kuliah+ngeLab. Setelah menimbang-nimbang, akhirnya saya mengambil jalan tengah. Saya berniat mengikuti acara bedah buku dan berharap juga bisa mengikuti kuliah setelahnya dengan meninggalkan acara bedah buku sebelum acaranya selesai. Namun, ternyata saya tidak dapat meninggalkan acara tersebut sebelum moderator menutup acaranya secara resmi. Dengan demikian, saya punya satu tekad harus ada sesuatu yang lebih yang saya dapatkan karena telah memilih mengikuti acara ini.

Apa yang membuat saya tidak bisa meninggalkan tempat tersebut?

Ya. Dengan rasa sakit hati yang masih tesisa setelah mendengar berita di media cetak dan media elektronik mengenai bom yang meledak beberapa hari yang lalu di Jakarta, saya semakin penasran menyimak materi dari kedua nara sumber pada acara tersebut. Maklum saya masih muda, kawan, tentu saya terusik jika agama yang saya yakini ini dianggap sebagai agama teroris. Begitu juga dengan kau, bukan? Belum-belum kasus bom tersebut di selidiki, saya bisa memastikan bahwa sebagian orang yang mendengar berita tersebut beranggapan bahwa islamlah yang menjadi dalang atas aksi ini.

Ah, sepertinya saya belum cukup ilmu untuk membahas tuntas permasalahan di atas. Tapi di sini saya hanya ingin menyampaikan apa yang saya peroleh dari acara bedah buku tadi siang. Yang paling menarik menurut saya adalah ketika penulis menyampaikan motivasi apa yang mendorongnya untuk menuliskan buku Peaceful Jihad for Teens tersebut. Ia mengatakan bahwa jihad tidak hanya bisa dilakukan dengan berperang melainkan bisa juga dilakukan dengan bersungguh-sungguh dalam melaksanakan kebaikan. Ia juga mengatakan bahwa jihad bisa dilakukan dengan menjadi pemuda berprestasi dan penuh dengan karya.

Saya sangat setuju dengan pendapat tersebut dan menurut saya, memang, jihad yang dibutuhkan di negeri ini saat ini bukanlah jihad dengan cara kekerasan, namun jihad dengan akal yang salah satunya bisa dilakukan dengan bersungguh-sungguh mencari ilmu. Dengan ini, negara kita yang mayoritas penduduknya beragama islam akan bisa maju. Insyaalah, Amin.

Oiya, ada lagi yang dapatkan di acara bedah buku kemarin yang lumayan bisa membangkitkan semangat saya sebagai pemuda untuk mencoba berkarya. Ini adalah jargon yang sengaja dibuat oleh penulis untuk menyemangati para peserta pada acara bedah buku tersebut. (dibaca keras-keras, ya! Sambil tangan mengepal di depan)

SALAM JIHAD...PEMUDA BERKARYA!

SALAM MUDA...JIHAD MELALUI KARYA!

SALAM KARYA...JIHAD DI WAKTU MUDA!

Nah, kau juga ikut semangat kan kawan setelah membaca jargon tersebut??? Ah, jika hatimu tak terusik untuk menyegerakan melakukan jihad, setelah menggaungkan jargon di atas, you just need to anwer this question:

1. Mungkin kau sedang mengantuk ketika membaca tulisan ini? (peace ^^) atau

2. Kau bukan pemuda? hehehe

Ayoo, semangat muda! semangat berjihad dengan karya!!!

17-03-2011

0 komentar: